REPUBLIKA.CO.ID,surabaya--Indosat menilai pelanggan pascabayar lebih aman dari kasus "sedot" pulsa dibandingkan prabayar.
"Apalagi,
pembayaran pemakaian telekomunikasi pelanggan pascabayar memang
dilakukan pada akhir bulan atau bukan beli pulsa lebih dulu," kata
"Marketing, VAS, and Community" PT Indosat Tbk, Mohammad Fahrurrozi,
ditemui saat uji coba "Long Term Evolution/LTE", di Surabaya, Senin.
Potensi
tersebut, jelas dia, juga dipicu oknum penyedot pulsa di pasar
telekomunikasi akan merasa sulit ketika melakukan aksinya kepada para
pelanggan pascabayar.
"Kalau aksi tersebut dilaksanakan terhadap
pelanggan prabayar justru lebih mudah. Apalagi, mereka sudah memiliki
pulsa dalam besaran tertentu," ujarnya.
Namun, saran dia,
pelanggan prabayar tidak perlu panik dan memindahkan layanan yang sudah
dipilih ke pascabayar. Masyarakat yang memakai layanan prabayar hanya
perlu melaporkan tindakan "sedot" pulsa tersebut ke operator
telekomunikasi. "Akan tetapi, saat ini di tempat kami total keluhan atau
laporan pelanggan sudah mengalami penurunan hampir 400 persen,"
ucapnya.
Ia mencontohkan, jika awalnya mencapai delapan hingga 10
laporan per hari, tetapi sekarang turun menjadi delapan hingga 10
laporan setiap pekan. Menyikapi kondisi banyaknya kasus "sedot" pulsa,
Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Muhammad Budi Setiawan,
menambahkan, sampai sekarang pemerintah sudah menyepakati akan menindak
"Content Provider/CP" nakal.
"Kalau pelanggan merasa dirugikan
dengan adanya tindakan 'sedot' pulsa silakan melakukan pengaduan.
Khususnya mereka yang sudah terdaftar di suatu konten dan ada baiknya
langsung meminta operator untuk menghentikan," katanya.
Selain
itu, lanjut dia, saat ini sudah ada beberapa "CP" yang terkena
peringatan meskipun datanya masih dirahasiakan. Bahkan, ada sejumlah
"CP" yang namanya masuk daftar hitam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar