Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
gkios

PM Libia: Khadafi Seharusnya Tidak Dibunuh

Liputan6.com, London: Menyusul kematian mantan penguasa Libia Muammar Khadafi, Perdana Menteri Libia Mahmoud Jibril berharap Khadafi tidak dibunuh dan seharusnya menjalani sidang untuk pertanggung-jawaban atas kejahatannya. Demikian yang diungkapkan Jibril saat wawancara dengan BBC pada Sabtu (22/10). Laman Reuters mewartakan, mayat Khadafi masih dibiarkan tergeletak di hadapan publik Libia pada Sabtu kemarin. Luka memar di tubuhnya diasumsikan sebagai bekas serangan para pejuang NTC di kota kelahirannya, Sirte. "Sejujurnya secara pribadi, saya berharap Khadafi masih hidup. Saya ingin tahu mengapa dia melakukan semua kejahatan ini kepada rakyat Libia," kata Jibril seperti dikutip BBC dalam pernyataan yang akan disiarkan pada Ahad ini. "Saya berharap, saya bisa menjadi jaksa penuntut di pengadilan," tambahnya. "Karena ini adalah pertanyaan yang ada di pikiran setiap orang, Mengapa ia tewas Apakah rakyat Libia pantas dengan hanya menerima hal ini setelah apa yang dia lakukan sepanjang 42 tahun terhadap penindasan dan pembunuhan" Komisaris Hak Asasi Manusia PBB Navi Pillay juga menyerukan investigasi pembunuhan terhadap Khadafi. Saat ditanya apakah ia akan melakukan penyelidikan penuh dan memungkinkan sebuah tim internasional untuk memonitor kasus ini, Jibril berkata, "Ya, itu akan baik-baik saja dengan kami. Tetapi sesuai dengan aturan Islam, ketika jasadnya harus dikubur, maka semuanya harus terkubur." "Kami juga sudah mendapat laporan koroner, saya melihat sendiri tubuhnya dan saya bersaksi bahwa tidak ada memar di wajahnya atau di tubuhnya," tegas Jibril. Jibril juga mengakui adanya beberapa pelanggaran hak asasi manusia dalam revolusi Libia.(ULF)

0 komentar:

Posting Komentar